mencintai dengan ikhlas...
memilih dengan ikhlas...
dan kemudian melepaskan dengan ikhlas...
ketika ikhlas menjadi sebuah pilihan
mungkin ketenangan akan menjadi sebuah jawaban yang sejujur-jujurnya
hehe ...
bener kagaknya mungkin cuma hati dan tuhan yang tahu
hidup itu selalu memilih,
always choose which one, only one yaaa kalo lebih serakah namanya hihi :π€☺️
ketika denger lagunya nella kharisma "Aku Mundur Alon-alon" mungkin menceritakan seseorang yang telah membuat pilihan buat mundur ...
mau mundur atau maju ya sebenernya pasti ada konsekuensinya ya ukhti ❤️
Okeh, mungkin begini naseb itu bisa diusahakan sedangkan takdir tidak bisa ditawar,
jadi bisa dibilang, menikah adalah nasib dan jatuh cinta adalah takdir -,-
Free memory ~iklan yaa diatas π€
Melanjutkan tulisan ku sebelumnya,
Adakah yang penasaran dengan sebutan Mas??
Sebuah kata yang aku susun menjadi sebuah kalimat “ meski kembalinya kamu hanya akan kembali pamit, aku bahagia mas π”
Mas, sosok laki laki yang tak pernah terpublikasikan oleh duniamayaku tapi sangat akrab dalam dunia nyataku beberapa tahun belakangan ini~
Mas, yang pada awal perkenalan aku menyebutnya abang hehe .. lucu sumpah pengen ketawa saat tiba tiba ia menyuruhku memanggilnya dengan sebutan mas saat itu, iya! Dia Lakilaki pertama dalam duniaku yang aku panggil mas ~ limited banget waktu itu lidah ku menyebutnya masπ€π
Maskuh, itu sebutan dalam ponselku teruntuk Laki laki itu ... sampai pada waktunya nama itu harus ku hapus dan tiada bernama,
Aku hanya menghapusnya dari ratusan kontak dihp ku, tapi aku engga pernah menghapusnya dari ingatan..
Setelah, pertemuan kembali juni 2019 lalu semua yang kurasa ketika ia pergi tetap sama, aku masih mencintainya, tak berkurang tak bertambah semuanya stabil seakan tak pernah berjarak..
Pertemuan yang berulang setelah juni aku bahagia, sangaaaaattt bahagia mas..
Setiap kali ia mengajak untuk keluar, seandainya aku bisa teriak aku ga lebay tapi semangatku minta ampun meningkat, π
Sesekali tapi aku tersadar posisi, ini semua tak lagi sama
Tapi aku tak pernah ingin berdrama perihal ini,
Sejak pertemuan setelah juni, rasa takut kehilangan ku semakin menjadi-jadi
Aku benar benar merasakan takut yang luar biasa sampai pada akhirnya aku berfikir untuk memperjuangkan semuanya sebelum semuanya tak mampu di perjuangkan lagi...
Tapi, oktober 2019 aku merasakan ada yang berubah dari semuanya,
Yah,,,
Aku terkadang berfikir mungkin ia sudah ikhlas menjalani semuanya,
Apakah rasa itu kian memudar? Atau memang semua sudah biasa biasa saja? Sudah selesai sejak semua penjelasan kemaren?
Semuanya berubah, mungkin karena ini memang sudah saatnya ikhlas, kataku dalam hati :)
Ya Allah, aku ikhlas tapi maaf kan aku, aku khilaf setelah juni semuanya berubah~
“Hah, aku kebanyakan berfikir pake hati sih ga pake otak saja” gumamku
Hehe, mungkin aku disuruh mundur alon alon kali yaa π
toh sekeras apapun kita berjuang kalo orangtuanya mau sama dia kita bisa apa ?? Hehe (harus dibawa bercanda sama senyum yang banyak ini mah kang)π
"Belajar Ikhlas itu berat, tapi lebih berat jika kita melakukan sesuatu tanpa keikhlasan" :)
...................
cerita ini sebenernya sudah 2018 bulan oktober ku tulis, tapi just I save in draft not to publish, now im shared :)
see you ....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar