Minggu, 30 Desember 2018








Aku menghapus namamu dari daftar temanku,
aku menghapus pesan-pesan singkat yang dulu pernah menemani hari,
aku juga menghapus semua foto-foto kita, dan semua hal tentangmu sudah kusimpan jauh-jauh. 

Aku menghapusmu dari daftar temanku, 
berharap tidak lagi kubuka room chat, mengetik pesan, dan tidak pernah sampai hati mengirimnya. Aku menghapus semua pesan-pesan kita, 
berharap aku tidak perlu lagi mengenang, berharap....
apa lagi berpikir bagaimana jika hari ini masih ada kita. 

Aku menghapus semua foto kita, berharap tidak ada lagi media tempat di mana aku mencari seberkas senyummu atau potret bahagia kita dulu.
Aku menjauhkan segala tentangmu, berharap diri tak lagi mengenang, diri tak lagi berharap,
diri tak lagi menanti, dan berharap diri segera mengikhlaskan. 

Maaf, bila caraku salah. 
Namun ketahuilah, semua berat kulakukan. 
Berkali-kali aku mematahkan diri, berkali-kali aku mengelak kata hati.”



 —pangerankali


sebenernya, gak tau tertuju buat siapa yang ingin dilupakan atau siapa yang tak bisa terlupakan h-hehe

3 tahun yang lalu aku pernah berkomitmen dengan seseorang bisa dibilang itu cinta monyet,
karena masa itu berawal dari masa SMA, hemmm kelas XI Semester 2 tepatnya...

dia dan aku emng tinggal didesa yang bertetangga, tapi awal perkenalan kami dimulai dari dunia maya, FACEBOOK :D

Tahun 2011--

Facebook adalah sarana Allah untuk mempertemukan dua anak cucu adam yang tak saling kenal menjadi kenal dan akhirnya kembali menjadi dua orang asing :)

Kalo mau diceritain nanti dikiranya gak bisa move on yaah, tapi beneran gak maksud buat membuka kisah lama tapi cuma mau mengenang sekaligus mengingat pelajaran dan pengalaman berharga apa yang bisa ku tarik dari semua perjalanan cinta Monyet itu -,-

ada banyaaak bangeet pelajaran, yang buat aku trauma buat memulai kisah yang baru, 
opppsss...........

kata orang 5 tahun itu lamaaa, masak iyaah bisa lupaa? 
nah loh, diluar sana masih banyak lo 8, 9, 10, bahkan belasan tahun tapi gak jodoh, kamu bisa apah ?? --hehe--

kita bisa apa ???

akhirnya aku mengerti, dari sekian banyak kejadian...
manusia itu tempatnya hanya bisa berencana namun tetap Allah yang menentukan,Allah yang punya kendali, Allah yang berkuasa atas Bumi dan Langit, bahkan yang baik menurut kita belum lah tentu baik menurut Allah...

so, berarti tugas akunya berhusnu'udzon sama Allah biar gak galau sama ketentuan yang bertolak belakang sama rencana kitaa yakan -hehe
kalo ketentuan-NYA sama dengan rencana itu Alhamdulillah banget, senengnya pake nangis :v (spesial dong, tapi gak karet dua yaah -hehe)

Tapi aku juga sadar, dari waktu yang udah berjalan mundur kalo kita mencintai seseorang secara berlebih maka yang kita dapatkan adalah kebencian, dan Allah cemburu akan hal itu...

mencintai itu harus sederhana, mencintai manusia harus melibatkan Allah, dan Cintailah yang juga mencintai Allah :)




2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Sungguh, Allah itu bersama org2 yg sabar dan tak kenal menyerah.
    Dia akan menunjukan kebesarannya melalui perantara. Cahyooo ;)

    BalasHapus